Selasa, 09 Maret 2010

Foto Pelatihan Pembenihan Ikan Laut Ekonomis

 
Foto Bersama Peserta Pelatihan Pembenihan
 
 Panitia dan Peserta
 
 Peserta Pelatihan Yang Berasal Dari Kabupaten Karimun
 
Kantor BBL Batam
 
 Praktek Materi Kultur Pakan Alami

Pelatihan Pembenihan Ikan Laut Ekonomis di BBL Batam

Pada Tabggal 28 Februari - 6 Maret 2010 Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karimun telah mengirimkan peserta pelatihan pembenihan ikan laut ekonomis yang dilaksanakan oleh Balai Budidaya Laut (BBL) Batam sebanyak 5 orang. Adapun nama-nam peserta sebagai berikut :
1. Syaiful Bahri, S.St.Pi
2. Syamsurizal, S.Pi
3. Rosli, S.Pi
4. M. Yusri, A.Md
5. Dedy Risdianto


Adapun peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 20 orang yang terdiri dari Kabupaten Karimun sebanyak 5 orang, Kabupaten Bintan 5 orang, Kota Tanjung Pinang 4 Orang, Kota Batam 2 orang. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karimun mengikuti pelatihan pembenihan ikan laut Ekonomis di Balai Budidaya Laut Batam untuk menunjang program yang akan dilaksanakan di Dinas Kelautan dan Perikanan, selain itu juga untuk menambah pengetahuan peserta pelatihan tentang tata cara pembenihan ikan laut tersebut.
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama enam hari, dimana para peserta diberi berbagai macam materi yang berhubungan dengan pembenihan ikan laut ekonomis. Adapun materi-materi yang disampaikan oleh instruktur/pembicara adalah sebagai berikut : Peluang dan prospek pembenihan ikan laut, Biologi ikan dan pemilihan lokasi, manajemen induk, sarana prasarana dan instalasi hatchery, teknologi pakan alami, manajemen pemeliharaan larva dan CPIB, panen dan pengangkutan, penanggulangan hama dan penyakit ikan, analisa usaha HSRT. Kegiatan ini ditindaklanjuti dengan praktek langsung kelapangn, baik itu melihat langsung maupun melakukan cara pembenihan tersebut.
Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para peserta nantinya bisa menerapkanilmu yang diperolehnya pada saat pelatihan untuk dikembangkan dimasing-masing Kabupaten khususnya Kabupaten Karimun. Kabupaten Karimun merupakan salah satu Kabupaten yang mempunyai potensi yang sangat besar khususnya disektor Perikanan, baik tangkap, budidaya maupun pengolahan. dari beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Karimun, yang telah ditunjuk sebagai sentra perikanan di Kabupaten Karimun yaitu Kecamatan Moro. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan SDM dibidang Kelautan dan Perikanan  sesuai dengan Azam Kabupaten Karimun dan Visi & Misi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karimun.

Moro Jadi Perkampungan Minapolitan

(Satu di Antara Proyek Nasional di Seluruh Indonesia)

KARIMUN, TRIBUNE- Pulau-Pulau di Kecamatan Moro akan direncanakan sebagai peruntukan proyek pembangunan perkampungan nelayan. Hal ini disesuaikan dengan fokus pembangunan Kabupaten Karimun untuk sektor perikanan dikecamatan moro.
Pemerintah Pusat melalui Kementrian Perikanan dan Kelautan merencanakan proyek minapolitan di beberapa daerah di Indonesia. Untuk Proyek ini, dalam masterplan sudah kita arahkan kepulau-pulau di Kecamatan Moro," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karimun, Hazmi Yuliansyah kepada Tribune beberapa waktu lalu.
Dipilihnya Moro sebagai lokasi proyek perkampungan nelayan, kata Hazmi, sesuai dengan fokus pembangunan daerah Karimun untuk pengembangan sektor perikanan berada di daerah moro. "seperti fokus pembangunan kita, moro menjadi sentra Perikanan. dengan Minapolitan ini kita harap sektor perikanan dimoro dapat lebih dikembangkan," ujarnya.
Konsep Perkampungan nelayan atau minapolitan merupakan lokasi dalam bentuk klaster yang didalamnya terdapat kegiatan yang berhubungan dengan sektor perikanan. Minapolitan juga mencakup pengembangbiakan, budidaya, pemasaran, distribusi, perbankan dan semua kelengkapan bisnis perikanan yang ada.
Tujuan minapolitan ini sebagai salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi dan pendapatan daerah dari sektor perikanan. "kita harapkan dapat meningkatkan produksi sektor perikanan masyarakat setempat," ujar Hazmi.
Dari rapat kordinasi nasional (rakornas), di Provinsi Kepri hanya dua daerah yang mendapatkan proyeksi minapolitan ini. Pertama daerah di Kabupaten Natuna dan satu lagi di Kabupaten Karimun, yang diproyeksikan dilaksanakan di Kecamatan Moro.
Untuk diketahui, warga diempat pulau dikecamatan moro sebagian besar bekerja sebagai nelayan. mereka adalah nelayan tangkap tradisional, semi modern hingga nelayan dengan teknologi tinggi. sedangkan sebagian besar lainnya pembudidaya rumput laut. jumlahnya sekitar 6 ribuan dari 14 ribuan nelayan yang tercatat dari sembilan kecamatan di Karimun.
Camat Moro, Herwansyah yang ditemui kemarin di Pemkab Karimun mengaku senang mendengar kabar daerahnya diproyeksikan sebagai kawasan Minapolitan tersebut."Kita sangat mendukung dan senang. Ini tentu akan berdampak pada peningkatan penghasilan warga kami yang mayoritas bekerja sebagai nelayan," ungkap Herwansyah. (msa)
Disalin dari Koran Tribune Batam Halaman 16. Edisi Senin, 8 Maret 2010. 

Jumat, 05 Maret 2010

Foto Pelatihan Di BBL Batam

 
 Foto Bersama Peserta Pelatihan

 
 Tempat Pembenihan Loka Budidaya Air Laut Batam

 
 Keramba Jaring Apung

 
 Keramba Jaring Apung Berentuk Bulat
 
 Peserta Pelatihan Sedang Praktek Lapangan

 
 Peserta Pelatihan Sedang Praktek

Selamat Datang

Selamat Datang di Blog Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karimun.