Selasa, 09 Maret 2010
Profil UPTD Meral
Selasa, 16 Februari 2010
Profil Bupati Karimun

(Bupati Karimun)
Pulau Moro di Kepulauan Riau boleh jadi merupakan kenangan indah baginya, karena sejak masa kanak-kanak hingga beranjak dewasa dia tinggal di pulau itu. Dari pulau Moro inilah tertanam kecintaannya terhadap laut. Sebab pulau yang ketika itu merupakan bagian dari Kecamatan Karimun, merupakan basis nelayan tangkap dan tempat pengumpulan ikan yang diekspor ke Negeri Singa, Singapura.
Nurdin muda mengawali karirnya dari bawah, menekuni profesi pelaut sebagai ABK biasa hingga menjadi kapten. Selanjutnya dia mulai berbisnis dan akhirnya memiliki beberapa armada pengangkut ikan. Dari sinilah namanya mulai dikenal masyarakat hingga mengantarkannya menjadi orang nomor 1 di Kabupaten Karimun.
Mengisi Visi Azam peningkatan ekonomi kerakyatan yang sangat menitikberatkan pada sector pertanian, kelautan dan perikanan, dia telah melakukan banyak hal, mulai dari pendirian sekolah kejuruan khusunya Perikanan, program bantuan alat tangkap bagi nelayan, pengemabangan sarana dan prasarana perikanan dan juga budidaya perikanan.
Pria yang ramah ini sepenuhnya sadar bahwa pembangunan suatu daerah tidak dapat dilepaskan dari keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas. Program sebaik apapun, tanpa dukungan sumber daya manusia yang mantap niscaya akan mengalami kendala. Dengan tatapan mata kedepan dan semua keterbatasan yang ada dia berusahan keras meningkatkan kualitas sumber daya manusia setempat, terutama aparatur di lingkunagan Pemda Kabupaten Karimun. Berkat dorongan dan dukungan kuatnya saat ini hamper 10% Pegawai Pemda Kabupaten Karimun berlatar belakang pendidikan S2. Inilah wujud kepedualiannya terhadap dunia pendidikan. Tidak saja pendidikan tinggi, tapi mulai dari Taman Pendidikan Al-Qur’an hinga jenjang-jenjang berikutnya. Bahkan, dia berhasil mewujudkan sebuah Universitas di Kabupaten Karimun.
H. Nurdin Basirun melaksanakan kebijakan pembangunan dengan berpedoman pada empat azam Kabupaten Karimun, yakni :
1. Azam Peningkatan Iman dan Taqwa
Melalui berbagai program, salah satunya adalah pendirian Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) bagi anak usia dini disetiap unit terkecil pemerintahan, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Karimun juga memberikan insentif kepada para guru TPQ di Kabupaten Karimun sebanyak 245, dengan 1.199 guru dan 13.800 santri.
2. Azam Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia,
Dimana wujud nyatanya adalah pendirian berbagai lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, serta pemberian beasiswa bagi pelajar berprestasi.
3. Azam Peningkatan Ekonomi Kerakyatan
Yang difokuskan pada peningkatan taraf hidup nelayan melalui pemberian bantuan alat tangkap, bibit ikan untuk budidaya, sarana dan prasarana perikanan, kredit usaha, dan lain-lain.
4. Azam Pengembangan Seni dan Budaya,
Dengan menggali berbagai potensi kebudayaan dimasyarakat dengan menggelar berbagai festifal yang pada akhirnya mengantarkan kegiatan kebudayaan Kabupaten Karimun berpentas di panggung nasional maupun internasional mewakili Propinsi Kepulauan Riau.
Takdiragukan lagi, sosok Nurdin Basirun sangat dicintai rakyatnya, kemanapun dia melangkahkan kaki, tak kan pernah lepas dari pandangan mata penuh harap akan secercah cahaya, sebagaimana nama yang disandangnya.
Selasa, 09 Februari 2010
Profil Balai Benih Udang
Berbagai fasilitas yang sudah disediakan di Balai Benih udang tersebut adalah Kantor, Laboratorium, Hatchery, Rumah Jaga, Rumah Mesin, Rumah Blower, Bak Air (2005), Bak Pakan alami (2008) dan Pagar yang baru diselesaikan pada tahun 2009 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), dan berbagai fasilitas untuk pembenihan itu sendiri seperti Bak Larva, Blower, Mesin Dap, selang Aerasi, Mesin, Pakan buatan untuk Larva udang.
Dari awal pembangunan Balai Benih Udang ini sudah beberapa kali dilakukan pengoperasian atau melakukan kegiatan pembenihan udang, adapun udang yang sering dibenihkan disini adalah udang vanname (udang putih). Pada tahun 2009 ini kami melakukan pembenihan sebanyak 2 kali (2 Periode) yang pertama pada bulan Oktober yang menghasilkan larva udang vanname sebanyak 20.000 ekor, dan pada periode kedua yaitu pada bulan Desember dan hasilnya adalah sebanyak 110.000 ekor. Kecilnya hasil yang didapatkan pada periode pertama tersebut dikarenakan kondisi cuaca tidak menentu kadangkala hujan dan kadang panas hal ini yang kami rasa sangat mengganggu pertumbuhan udang tersebut dan ada juga faktor-faktor lain yang juga turut mempengaruhi hasilnya.
Dan pada periode kedua hasilnya meningkat tajam dari periode pertama karena diperiode kedua cuacanya relative stabil karena sering terjadi panas daripada hujan, dan faktor-faktor pendukung lainnya juga tidak mengalami permasalahan yang mendalam seperti mesin nya macet, blowernya macet dan sebagainya. Pada periode kedua ini larva vanname ini kami salurkan ketambak yang ada di Pulau mandah sebanyak 100.000 yang dibagi menjadi 16 tambak sedangkan 10.000 ekor lagi kami berikan kepada petambak di Pamak Kec. Tebing. Dari bantuan ini diharapkan bisa membantu para petani tambak dapat meningkatkan taraf hidup mereka, dan Dinas Kelautan dan Perikanan juga tidak akan melepaskan begitu saja petani berjalan sendiri-sendiri kita akan monitoring terus melalui penyuluh-penyuluh yang ada di Kecamatan-Kecamatan supaya kendala yang dihadapai petani bisa diselesaikan dengan secepat mungkin sehingga program dari Dinas Kelautan dan Perikanan untuk membantu petani tambak tidak sia-sia adanya seperti pepatah mengatakan “melempar garam kelaut”.
Pada tahun 2010 ini diharapkan program BBU Pulau Mandah ini bisa tetap berjalan dengan baik dan bisa membuat program-program yang tepat untuk membantu para petani tambak, diharapkan pada tahun ini BBU Pulau Mandah bisa menghasilkan benih yang banyak dengan mutu yang baik pula dan bisa diberikan kepada petani tambak yang ada di Kabupaten Karimun. Di Kabupaten Karimun ini petani tambak yang terdata oleh para penyuluh dilapangan adalah Pulau Mandah sebanyak 20 tambak, Lubuk sebanyak 5 tambak, Gading sebanyak 5 tambak, Kobel (Sawang Laut) sebanyak 5 tambak, Kampung Asam sebanyak 7 tambak, Pongkar sebanyak 2 tambak dan Sei Raye sebanyak 2 tambak. Itulah tambak-tambak yan gada di Kaupaten Karimun yang saat ini terdata oleh para penyuluh disetiap Kecamatan. Dengan adanya program dari Dinas Kelautan dan Perikanan ini diharapkan bisa memotifasi petani tambak untuk mengerjakan tambaknya secara sungguh-sungguh karena apa yang kita kerjakan secara sungguh-sungguh pasti hasilnya akan maksimal yang kita dapatkan.
Jumat, 05 Februari 2010
Pengantar Kepala Dinas
SEKAPUR SIRIH
Rabu, 27 Januari 2010
Visi dan Misi DKP Kabupaten Karimun
”Menjadikan Kelautan dan Perikanan sebagai Basis Ekonomi”
Misi :
1. Peningkatan Sumber Daya Manusia pelaku perikanan
Dinas Kelautan dan Perikanan melalui pernyataan misi pertamanya berusaha membantu masyarakat terutama pelaku perikanan dalam meningkatkan motivasi, pengetahuan dan skillnya dengan memberikan pelatihan dan melakukan penyuluhan yang berkaitan dengan pengembangan usaha di bidang perikanan.
2. Peningkatan Sarana dan Prasarana serta pengembangan usaha budidaya perikanan
Dalam pernyataan misi keduanya, Dinas Kelautan dan Perikanan membantu masyarakat pelaku perikanan terutama petani ikan dan nelayan untuk mendapatkan bantuan modal berupa pinjaman lunak; membangun fasilitas penyelenggaraan kegiatan perikanan; memberikanan bantuan fasilitas untuk penangkapan berupa alat tangkap dan pengangkutan ikan berupa tempat penyimpanan ikan dan kapal pengangkut ; membangun fasilitas Budidaya Perikanan berupa sarana Budidaya Air Payau, Budidaya Air Laut dan Air Tawar.
Dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan terus melakukan pembinaan, membimbing dan mengarahkan petani ikan dalam usaha memelihara, membesarkan dan atau membiakkan ikan dan memanen hasilnya dengan alat atau cara yang benar untuk tujuan komersil.
3. Menegakkan supremasi hukum melalui peningkatan pengawasan Kelautan dan Perikanan
Pengawasan adalah tindakan untuk mengawasi dan memastikan penyelenggaraan suatu kegiatan. Pengawasan dibidang Kelautan dan Perikanan menyangkut pengawasan dalam usaha perikanan dan perizinan, serta penegakan hukum atas pelanggaran – pelanggaran dalam penyelenggaran kegiatan Kelautan dan Perikanan.
4. Mengembangkan produk Kelautan dan Perikanan melalui pola kemitraan
Diharapkan produk – produk Kelautan dan Perikanan yang dihasilkan mampu mengembangkan produk Kelautan dan Perikanan menjadi produk unggulan dan berorientasi pasar melalui pola kemitraan. Dalam hal ini tidak terlepas dari kerjasama antara petani ikan dan nelayan dengan investor serta campur tangan pemerintah setempat.
Selasa, 26 Januari 2010
Struktur Organisasi DKP Karimun
Berdasarkan PERDA Kabupaten Karimun Nomor 05 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata kerja Perangkat Daerah Kabupaten Karimun, maka sebagai pelaksanaannya perlu segera menyusun penjabaran tugas dan fungsi Dinas Kelautan dan Perikanan.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karimun dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Bupati Karimun melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun.
Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 16 tahun 2008 Tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Dinas daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karimun mempunyai tugas membantu Bupati Karimun dalam melaksanakan kewenangan Pemerintah Daerah di bidang Kelautan dan Perikanan.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan menyelenggarakan fungsi :
- Merumuskan Perencanaan kebijakan teknis dan pelaksanaan koordinasi, pengendalian dibidang Kelautan dan Perikanan.
- Melaksanakan teknis operasional di bidang Kelautan dan Perikanan.
- Melaksanakan pelayanan teknis administrasi ketatausahaan.
- Melaksanakan pengelolaan UPTD.
- Melaksanakan kegiatan lain dibidang Kelautan dan Perikanan yang ditugaskan oleh Bupati.
Susunan organisasi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karimun yaitu terdiri dari :
1. Kepala Dinas
2. Sekretariat
a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
b. Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan
3. Bidang Perikanan
a. Seksi Perikanan Tangkap
b. Seksi Perikanan Budidaya
4. Bidang Kelautan
a. Seksi Pemanfaatan Sumber Daya Laut
b. Seksi Pemberdayaan Wilayah KP3K
5. Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil
a. Seksi Produksi dan Pemasaran hasil
b. Seksi Pengolahan dan Mutu
6. Bidang Penyuluhan dan Pengawasan
a. Seksi Penyuluhan
b. Seksi Pengawasan
7. UPTD
a. Meral
b. Moro
c. Kundur
d. Durai
e. Buru
8. Kelompok Jabatan Fungsional
Untuk jelasnya dapat Struktur Organisasi Dinas Kelautan dan Perikanan dapat dilihat pada gambar 1. ( terlampir ).
Kepegawaian
Formasi pegawai di lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karimun sampai dengan akhir Desember 2008 berjumlah 30 orang ditambah 10 orang tenaga honorer daerah. Honor Daerah terdiri dari : 1 orang Sarjana Perikanan, 1 orang Sarjana Sosial, dan 8 orang tamatan SMU/SMK.
Pada Tahun Anggaran 2008 Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karimun mendapatkan formasi penerimaan Honorer kontrak sebanyak 9 (sembilan) orang sebagai tenaga penyuluh lapangan yang ditugaskan di tiap kecamatan se-Kabupaten Karimun. Petugas penyuluh ditugaskan mendampingi peran UPTD di lapangan. Formasi ini di alokasikan dari dana APBD Kabupaten Karimun.
Dinas Kelautan dan perikanan Kabupaten Karimun T.A. 2008 juga mendapatkan alokasi tenaga penyuluh kontrak dari Depertemen Kelautan dan Perikanan RI sebanyak 2 (dua) orang yang dananya bersumber dari APBN.
Kondisi Umum Kabupaten Karimun
Secara geografis, Kabupaten Karimun berada pada posisi 000 – 50’ – 25” Lintang Utara, 010 – 10’ – 30” Lintang Selatan, 030 – 31’ – 20” Bujur Barat dan 1020 – 15’ – 15” Bujur Timur. Kabupaten Karimun mencakup wilayah seluas 7.984 Km2 , yang terdiri dari Wilayah Daratan seluas 1.524 Km2 dan Wilayah Lautan seluas 6.460 Km2 serta memiliki tapal batas wilayah langsung dengan Selat Singapura, Selat Malaka dan Semenanjung Malaysia.
Dengan batas – batas wilayah sebagai berikut :
- Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Singapura dan Semenanjung Malaysia atau Selat Malaka;
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir;
- Sebelah Timur berbatasan dengan Kota Batam; dan
- Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Bengkalis serta Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan.
Kondisi iklim Kabupaten Karimun dipengaruhi oleh Perubahan Musim Kemarau terjadi pada bulan Maret hingga dengan bulan Mei, sebahagian musim hanya terjadi pada bulan September sampai dengan bulan Desember, dengan suhu rata – rata antara 300C dengan tingkat Kelembaban Udara sekitar80%. Sedangkan curah hujan adalah sekitar 2.200 mm. Sebahagian besar wilayah daerah ini terdiri dari daratan landai di Pesisir Pantai, dengan ketinggian yang bervariasi antara 2 meter sampai dengan 500 meter diatas permukaan laut, dengan tingkat kemiringan lebih kurang 40 derjat.
Untuk meningkatkan pelayanan umum bidang pemerintahan dan pembangunan, Wilayah Kabupaten Karimun dibagi kedalam Wilayah daerah Pertanian, Pariwisata dan Peternakan, Industri serta Wilayah Pengembangan Perikanan dan Kelautan, dan wilayah Pengembangan berbagai jenis Komoditas lainnya. Sesuai dengan Perda Nomor 1/2 Tahun 2002 untuk pengembangan sektor Kelautan dan Perikanan diarahkan pada Kecamatan Moro dan Durai.
Dilihat dari kondisi geografis Kabupaten Karimun mempunyai potensi laut sehingga disamping untuk kegiatan Perikanan juga dimanfaatkan untuk kegiatan Transportasi dan kegiatan Penambangan Pasir Laut dan Timah. Perairan laut Kabupaten Karimun mempunyai kedalaman yang bervariasi dengan dasar perairan lumpur berpasir dan berkarang, Salinitas air laut berkisar antara 28 – 32 0/00. Kecepatan arus bervariasi pada masing – masing gugusan pulau di tiap Kecamatan. Tingkat kecerahan air laut bervariasi, hal ini disebabkan kegiatan penambangan pasir laut dan timah, serta adanya pengaruh air dari sungai Kampai terutama di disekitar perairan Kundur, Durai, Buru dan Karimun.
Disamping Perairan Laut daerah ini memiiliki beberapa Selat yang berpotensi untuk Pengembangan Usaha Perikanan di bidang Budidaya Keramba Jaring Apung dan Budidaya Rumput Laut serta pertambakan. Selain itu juga memiliki sungai namun tidak begitu berarti dalam pemanfaatan baik bagi Transportasi maupun untuk Pengembangan Budidaya Perikanan.